Artikel detail

Narkoba Zaman Rasul

Posted by : editor | 2010-08-26 11:41:14

 

NARKOBA DI ZAMAN RASUL

Bagi sebagian orang mendengar judul di atas agak rada menggelikan. Mereka akan bertanya mana ada narkoba di jaman Rasul. Seterusnya dengan berbagai contoh mereka kemukakan. Apakah sudah ada pada zaman Rasul yang namanya ekstasi, sabu-sabu, opiat, heroin, putaauw, amphetamine  dll.?. Sepintas lalu pertanyaan mereka ada benarnya, namun bila kita mencermati secara jeli dan mengetahui secara luas tentang barang atau benda apa saja yang termasuk ke dalam kategori narkoba, maka pemahaman mereka itu kurang tepat.

'KHAMAR' adalah salah satu bentuk narkoba di Zaman Rasulullah Muhammad SAW. Pengertian khamar itu sendiri berarti minuman keras. Dengan demikian khamar masuk kepada  golongan bahan adiktif atau bahan zat kimia yang apabila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh, terutama susunan syaraf pusat, sehingga menyebabkan perubahan aktifitas mental, emosional dan prilaku. Sebagaimana kita ketauhi bahwa NARKOBA adalah singkatan nama NArkotika, PsiKOtropika dan BAhan adiktif lainnya.

Selain Khamar atau minuman keras,  zat adiktif (zat psiko-aktif) yang lain diantaranya thinner, acetone, glu, bensin, nikotin dalam rokok, minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh.  Apabila bahan atau zat adiktif ini disalahgunakan pemakaiannya secara berlebihan  ke dalam tubuh, maka alamat kematian tak akan lama lagi. Oleh karena itulah Islam mengharamkan khamar bagi pemeluknya. Disini penulis bertanya, kenapa kita menerima khamar atau minuman keras hukumnya haram ? dan kenapa kita tidak mau menerima rokok hukumnya haram ? Padahal, baik itu minuman keras maupun rokok  sama-sama bahan atau zat adiktif yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan ekonomi manusia. Langkah MUI dan Muhammadiyah mengharamkan rokok, bagi para anti narkoba harus didukung.   

Awalnya khamar tidaklah diharamkan, namun bagi Rasulullah melihat dampak yang ditimbulkan bagi pemakai khamar itu sendiri sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan manusia, terlebih-lebih dalam beramal kepada Allah SWT  dapat mengganggu kekhusukan, menjadi bahan pemikiran tersendiri bagi beliau. Hal ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah, ketika ada sahabat melakukan shalat dalam keadaan mabuk. Dapat kita bayangkan jika seseorang sedang melaksanakan shalat namun dirinya sendiri 'teler', tentu gerakan-gerakan dalam shalat seperti takbir, sujud, rukuk atau bacaannya jelas tidak sempurna. Bisa jadi orang yang sedang teler dalam melaksanakan shalat bukan sedang membaca surat Al-Fatihah namun bisa bercakap kotor atau menghardik orang dll.   Perlu juga diingat orang yang sedang shalat dalam keadaan mabuk gerakan-gerakannya pun bisa saja sembarangan tidak sesuai dengan rukun-rukun yang telah ditentukan syari'ah.   Oleh karena itulah Allah melarang orang-orang beriman untuk menjauhi minuman keras, seperti yang terdapat dalam Surat  Al-Baqarah ayat 219 dan Al-Maidah ayat 91-92. -

Yas alunaka anil khamri wal maisiri qul fiima itsmun kabirun wa manaafi'u linnaasi wa itsmuhuma akbaru min naf'ihima ".

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa maanfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya."

Yaa ayyuhal ladziina aamanuu innamal khamruwal maisiru wal anshoobu wal azlaamu rijsum min'amalisy syaithan fajtanibuuhu la-allakum tuflihun (91) . Innama yuriidusy syaithaanu an yuuqi'a bainakumul 'adaawata wal baghdaaafil khamri wal maisiri wa yashudakum 'an dzikrillaahi wa'anish shalaati fahal antum muntahuuna (91)

"Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan itu agar kau mendapat keberuntungan (Q.S. Al-Maidah :90)

"Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran minuman keras dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu "(Q.S. Al-Maidah : 91)

Disamping Al-Qur'an, keharaman khamar juga didasarkan pada hadits dari Rasulullah yang diriwayatkan Ahmad bin Hambal ibnu Abbas. "Ketika Jibril datang kepadaku lalu berkata : "Hai Muhammad, Allah melaknat minuman keras yang memerasnya, orang yang memerasnya, yang meminumnya, orang yang menerima penyimpanannya, orang yang menjualnya, orang yang yang membelinya, orang yang menyuguhkannya dan orang-orang yang mau disuguhi.   (Subhan Hafiz Nanda)

 

KISAH KEMATIAN PARA PEMINUM KHAMAR

Allah SWT telah melarang orang-orang beriman untuk tidak minum khamar, jika manusia tidak mau meninggalkan perbuatan tersebut maka dampak negatif dalam kehidupan sampai akhir hayatnya akan  tersiksa. Siapun manusianya pasti mengalami kematian. Namun menghadapi kematian setiap orang pasti berbeda-beda pula. Bagi yang suka minuman keras dan mabuk-mabukan sakratul maut yang akan dihadapinya mempunyai cerita tersendiri.

Ibnu Abi Rawad berkata : Ada seorang laki-laki yang sedang menuju kematian dan orang-orang yang melayat ke tempatnya meltalkinkan dengan kalimat syahadat, namun bagi laki-laki yang terbaring itu tak dapat mengucapkan kalimat syahadat yang diajari oleh pelayat. Setelah diajari berkali-kali, maka laki-laki itu mengucapkan : "Dia adalah kafir dengan kalimat la Ilaha Illallah ", dan laki-laki itupun  berteriak dan meninggal. Sesudah dikebumikan Ibu Abi Rawad bertanya kepada keluarganya tentang kelakukan laki-laki itu selama hidup, maka keluarganya menjawab bahwa ia adalah sipemabuk pecandu arak.

Ibnu Qayyim pernah mengisahkan tentang nasib kematian seorang peminum khamar (arak) yang sudah diujung tanduk. Ada seorang yang sedang duduk berada di samping peminum arak itu dan berkata : "Wahai fulan...., wahai fulan, katakanlah la Ilaha Illallah. Mendengar ucapan itu peminum arak itu sesaat itu juga muka pucat pasi. Mulutnya terasa berat. Sang pengajar tidak berputus asa, dia kembali menyuruh sipemabuk itu untuk mengucapkan la Ilaha Illallah. Setelah berkali-kali tak mau juga, maka sipemabuk menoleh kepada orang yang mengajarinya dan berteriak , "Tidak...., minumlah khamar dan tuangkan bagiku !!! ". Perkataan ini ducapkannya berkali-kali diucapkannya sampai ia meninggal.

Ketika Muhammad bin Al-Mughits  sedang mabuk berat, ia jatuh sakit dan hendak mati seorang temannya berkata "Apakah kamu masih bisa berjalan ?". Muhammad bin Al-Mughits menjawab, "Ya, aku masih berjalan dari sini menuju kedai arak". Lantas temannya berkata . "Aku berlindung kepada Allah, mengapa engkau tidak mengatakan untuk menuju masjid saja ?. Muhammad bin Al-Mughits menangis, lalu berkata, " Saya tidak berpikir seperti itu, pekerjaan rutinku bukanlah pergi ke masjid, tapi ke kedai arak. 

 

 

 

 

 


Copyright © 2017 Design & Support by Medanstore Creative Solution